PrPogram Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Mengkaji Masa Depan Pembelajaran dalam KICE 2026
Kalijaga International Conference on Education (KICE) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang menampilkan sesi akademik meng
Yogyakarta, 15 September 2026. Kalijaga International Conference on Education (KICE) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengangkat tema Innovation Toward Education: Shaping the Future of Learning. Konferensi ini mempertemukan perspektif akademisi dari Australia, Singapura, dan Indonesia untuk membahas arah perkembangan pendidikan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Tiga fokus utama yang dibahas meliputi pendidikan inklusif, inovasi pedagogis berbasis kecerdasan buatan, serta pembelajaran yang terhubung dengan lingkungan dan persoalan kehidupan nyata.
Salah satu perspektif dalam konferensi tersebut disampaikan oleh Dr. Elizabeth Koh Ruilin dari Nanyang Technological University, Singapura. Pembahasannya menyoroti pentingnya menempatkan kecerdasan buatan dalam kerangka pedagogis yang tepat. AI dapat mendukung pembelajaran adaptif, pengembangan materi, dan asesmen, tetapi penerapannya perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta ketepatan informasi. Teknologi seharusnya membantu proses belajar, bukan menggantikan peran pendidik dan penalaran peserta didik.
Konferensi ini juga menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi. Perspektif pendidikan inklusif menekankan pentingnya memastikan seluruh peserta didik dapat berpartisipasi dan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan. Sementara itu, pendekatan STEM berbasis eksplorasi lingkungan mengajak peserta didik menghubungkan konsep akademik dengan fenomena nyata. Ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran ditentukan oleh kesesuaian pendekatan dengan tujuan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.
Bagi Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pembahasan dalam KICE 2026 relevan untuk mengembangkan kompetensi calon pendidik dalam menghadapi perubahan pendidikan. Pembelajaran fisika dapat memadukan teknologi digital, kegiatan eksperimen, eksplorasi lingkungan, dan strategi inklusif sesuai karakteristik peserta didik. Melalui perspektif lintas negara dan lintas bidang tersebut, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran fisika yang inovatif, kontekstual, dan bertanggung jawab.