Perkuat Pengembangan Kurikulum, Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Ikuti Sosialisasi Kurikulum 2026 yang Diselenggarakan Physical Society of Indonesia (PSI)

Yogyakarta, 14 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurikulum 2026 yang diselenggarakan oleh Physical Society of Indonesia (PSI) secara daring melalui Zoom pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 117 peserta yang terdiri atas pengurus program studi Pendidikan Fisika dan Tadris Fisika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan sambutan Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Physical Society of Indonesia (PSI), dan Dr. Adam Badra Cahaya, B.Sc., M.Sc., selaku Ketua APTIFINDO. Sosialisasi menghadirkan Prof. Lia Yuliati, M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai kurikulum Pendidikan Fisika, serta Prof. Dr. Mitrayana, M.Si., yang memaparkan kurikulum Fisika.

Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa Kurikulum 2026 merupakan standar minimal yang menjadi acuan bagi program studi dalam menyusun dan mengembangkan kurikulumnya masing-masing, bukan kurikulum yang harus diterapkan secara seragam tanpa penyesuaian. Program studi tetap memiliki ruang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi dan misi institusi, karakteristik program studi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kurikulum tersebut mencakup profil lulusan, dengan profil utama berupa pendidik dan asisten peneliti, kompetensi utama lulusan, enam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta konten atau bahan kajian minimal yang perlu diakomodasi dalam kurikulum. Komponen-komponen tersebut menjadi landasan dalam merancang struktur mata kuliah, pengalaman belajar mahasiswa, dan proses penilaian agar selaras dengan kompetensi yang diharapkan dari lulusan Pendidikan Fisika.

Aspek penting lainnya dalam pengembangan kurikulum adalah integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Integrasi ini mendorong program studi untuk mempertimbangkan kontribusi pendidikan fisika terhadap pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan kualitas pendidikan, literasi sains, serta kesadaran terhadap tantangan lingkungan dan sosial.

Keikutsertaan Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi terkini mengenai arah pengembangan kurikulum Pendidikan Fisika di tingkat nasional. Hasil sosialisasi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi dan pengembangan kurikulum program studi agar tetap relevan dengan standar nasional, kebutuhan dunia pendidikan, perkembangan keilmuan, dan agenda pembangunan berkelanjutan.