Integrasi AI dan Inovasi Pedagogis dalam Pendidikan

Yogyakarta, 15 September 2026. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan teknologi digital menjadi perhatian dalam Kalijaga International Conference on Education (KICE) 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu perspektif penting disampaikan oleh Dr. Elizabeth Koh Ruilin dari Nanyang Technological University, Singapura, melalui tema Reframing VUCA in Education: Navigating Learning Through AI and Techno-Pedagogical Innovation. Pembahasan ini mengangkat tantangan pendidikan dalam menghadapi perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.
Dalam konteks tersebut, AI membuka peluang untuk mengembangkan pembelajaran adaptif, tutor berbasis AI, penyusunan konten pembelajaran, dan asesmen otomatis. Namun, penggunaan teknologi tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan mengoperasikan perangkat. Pendidik perlu memahami tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan kelas. Dengan demikian, inovasi digital tetap memiliki dasar pedagogis yang jelas.
Gagasan Dr. Elizabeth menempatkan empat aspek sebagai pertimbangan dalam merespons perubahan pendidikan, yaitu Vision, Understanding, Consideration, dan Application. Keempat aspek tersebut menekankan pentingnya menjaga arah pendidikan, memahami perkembangan teknologi, mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, serta menerapkan inovasi melalui praktik dan evaluasi berkelanjutan. AI diposisikan sebagai pendukung proses pendidikan, bukan pengganti peran manusia dalam mengajar dan belajar.
Bagi Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pembahasan ini relevan dalam mempersiapkan calon pendidik yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran yang tepat. Mahasiswa perlu mengembangkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan merancang pembelajaran fisika berbantuan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu calon guru menggunakan AI secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan pemahaman konsep dan interaksi pedagogis.