Tingkatkan Kualitas Tridharma, Prodi Pendidikan Fisika UIN Suka Terima Kunjungan Benchmarking UIN Walisongo
Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Terima Kunjungan Benchmarking Tadris Fisika UIN Walisongo
YOGYAKARTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan akademik strategis dari Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang pada Selasa, 17 Oktober 2023. Kunjungan yang berlangsung hangat di Ruang International Office ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman demi kemajuan bersama di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.
Bagi UIN Walisongo Semarang, keberhasilan meraih predikat akreditasi Unggul tidak membuat mereka berpuas diri. Pencapaian tersebut justru menjadi pemantik motivasi untuk bergerak lebih giat dalam memajukan kualitas akademik, salah satunya melalui agenda benchmarking eksternal ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rombongan dari UIN Walisongo yang berjumlah tujuh orang dipimpin langsung oleh Ketua Prodi, Dr. Joko Budi Poernomo, M.Pd., didampingi oleh Sekretaris Prodi, Edi Daenuri Anwar, M.Si., serta Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), Dr. Andi Fadllan, M.Sc. Turut hadir dalam delegasi tersebut jajaran dosen UIN Walisongo, yakni Dr. Susilawati, M.Pd., Affa Ardhi Saputri, M.Pd., Rida Herseptianingrum, M.Sc., dan Rina Susi Cahyawati, M.Pd.
Kehadiran delegasi ini disambut dengan baik oleh Ketua Prodi Pendidikan Fisika FITK UIN Sunan Kalijaga, Drs. Nur Untoro, M.Si., bersama jajaran dosen setempat, yaitu Rachmad Resmiyanto, M.Sc., Puspo Rohmi, M.Pd., dan Himawan Putranta, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Drs. Nur Untoro, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memperkenalkan jajaran dosen internal UIN Sunan Kalijaga kepada seluruh anggota rombongan.
Pihak tuan rumah juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran tim UIN Walisongo untuk saling berbagi pengalaman. Melalui diskusi tersebut, kedua prodi diharapkan bisa saling memetik manfaat, kebaikan, serta mengadopsi berbagai praktik baik yang dapat diimplementasikan di kampus masing-masing demi kemajuan bersama.
Pertemuan intensif ini menjadi ruang diskusi yang produktif dengan membedah berbagai instrumen penting tata kelola program studi. Fokus bahasan meliputi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), strategi penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu, hingga inovasi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru.
Selain itu, kedua belah pihak juga bertukar pikiran mengenai sistem penjaminan mutu internal, penerapan kurikulum berorientasi Outcome-Based Education (OBE), pemetaan kelompok riset, optimalisasi publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat, skema Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga penguatan implementasi konsep unity of sciences serta integrasi-interkoneksi keilmuan. Melalui kolaborasi ini, kedua prodi berharap dapat terus bersinergi melahirkan inovasi pendidikan fisika yang bermutu di Indonesia.