Pembelajaran Sains Inklusif Berbasis Pengetahuan Lokal untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Keberlanjutan di Yannah Wittaya School, Hatyai, Thailand
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui pembelajaran sains inklusif
Tiga dosen Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Yannah Wittaya School, Hatyai, Thailand. Mengangkat tema “Pembelajaran Sains Inklusif Berbasis Pengetahuan Lokal untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Keberlanjutan”, kegiatan ini melibatkan Iva Nandya Atika, M.Ed., Puspo Rohmi, M.Pd., dan Rachmad Resmiyanto, M.Sc.
Program ini bertujuan memperkuat pembelajaran sains di sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang inklusif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa. Pembelajaran dilaksanakan secara langsung di kelas melalui pengamatan fenomena alam, eksperimen sains sederhana, diskusi kelompok, serta refleksi mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Materi pembelajaran menghubungkan konsep sains dasar, seperti sifat air, karakteristik bahan alam, dan pemanfaatan sumber daya lingkungan, dengan pengetahuan serta praktik lokal masyarakat Indonesia dan Thailand. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu siswa memahami hubungan antara sains dan pengalaman sehari-hari sekaligus menghargai keragaman pengetahuan masyarakat.
Prinsip inklusivitas diterapkan melalui aktivitas multisensori, petunjuk visual, pembagian peran kelompok yang fleksibel, serta pilihan cara menyampaikan hasil pengamatan. Rancangan ini memberikan ruang bagi siswa dengan beragam kebutuhan, minat, dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar.
Aspek keberlanjutan diperkenalkan melalui pembahasan tentang penggunaan sumber daya secara bijak. Orientasi kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pembahasan mengenai air juga dapat dikaitkan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Luaran yang dituju meliputi lembar aktivitas siswa yang aksesibel, dokumentasi kegiatan, serta evaluasi sederhana terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat dimanfaatkan kembali oleh guru sebagai alternatif pembelajaran sains kontekstual.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga berupaya memperkuat kolaborasi pendidikan Indonesia–Thailand sekaligus menerapkan keahlian dosen dalam pembelajaran sains. Kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan lokal dan pengembangan pembelajaran yang lebih inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan.