Seminar Internasional: Global Innovations and Transformations in Physics Education for Future Generations

Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Internasional bertema Global Innovations and Transformations in Physics Education for Future Generations pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Perkumpulan Prodi Pendidikan Fisika Indonesia (PPPFI) yang diikuti oleh 407 peserta yang terdiri atas guru, dosen, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara seminar dibuka secara resmi oleh Dr. Boby Syefrinando, M.Si. selaku Wakil Ketua PPPFI dan Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sambutannya, kedua tokoh tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antarprodi serta peran inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan fisika di era global.

Pada sesi pleno, tiga narasumber internasional dan nasional menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Assoc. Prof. Dr. Suttida Rakkapao dari Prince of Songkla University, Thailand memaparkan topik Low-Cost Microcontroller Sensors for Innovative Physics Education yang memberikan perspektif baru tentang pemanfaatan teknologi terjangkau untuk meningkatkan eksperimen fisika di kelas. Dr. Lilia Ellany Binti Mohtar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia membahas Scientific Creativity in Physics Education: Innovative Classroom Practices and Research Opportunities yang menyoroti pentingnya kreativitas ilmiah dalam praktik pembelajaran dan riset pendidikan fisika. Sementara itu, Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd., Ketua PPPFI dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia, menghadirkan gagasan Virtual Multiple Skill Laboratory: An Integrated Web-Based Experiment for Science Students yang menawarkan solusi laboratorium virtual sebagai jawaban atas keterbatasan sarana fisik di banyak institusi pendidikan.

Seminar ini menjadi wadah yang mempertemukan gagasan dan pengalaman dari berbagai perspektif internasional. Diskusi yang berlangsung interaktif, baik melalui sesi tanya jawab langsung maupun melalui kolom chat Zoom, menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu-isu yang dibahas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menegaskan kembali tuntutan keterampilan abad ke-21 bagi guru dan calon guru fisika untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menarik minat siswa agar lebih menyukai fisika.

Melalui seminar internasional ini, PPPFI berharap dapat terus mendorong pengembangan inovasi dalam pendidikan fisika di Indonesia serta memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun global.