Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Laksanakan Benchmarking Internasional EQF bersama Leibniz Universität Hannover

Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan akademik internasional dalam kerangka Implementing Arrangement (IA) yang berfokus pada international benchmarking dan penyelarasan kurikulum berdasarkan European Qualifications Framework (EQF).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Andreas Nehring sebagai pakar. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kurikulum sekaligus memperkuat daya saing global Program Studi Pendidikan Fisika.

Dalam sesi akademik, Prof. Nehring menyampaikan berbagai wawasan mengenai pengembangan kurikulum yang selaras dengan standar pendidikan tinggi Eropa, khususnya melalui kerangka EQF. Diskusi menekankan pentingnya penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan jenjang kualifikasi yang diakui secara internasional untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan standar akademik dan profesional global.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, konsultasi akademik, dan berbagi pengetahuan yang melibatkan dosen serta pemangku kepentingan akademik. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan masukan penting dalam peninjauan struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta implementasi Outcome-Based Education (OBE) di Program Studi Pendidikan Fisika.

Sebagai salah satu hasil kegiatan, Program Studi Pendidikan Fisika menghasilkan laporan benchmarking kurikulum dan capaian pembelajaran yang mengacu pada EQF. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan dan penyempurnaan kurikulum ke depan, termasuk dalam mendukung upaya penguatan akreditasi internasional.

Pelaksanaan Implementing Arrangement ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional, meningkatkan mutu pendidikan, dan mengembangkan kurikulum yang selaras dengan standar global.