Pelatihan Simulasi PhET Tingkatkan Minat dan Pemahaman Fisika Siswa MAN 1 Kulon Progo
Belajar Fisika dengan PhET
Kulon Progo, 14 April 2026, upaya untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika terus dilakukan melalui pendekatan inovatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Simulasi PhET untuk Meningkatkan Minat dan Memudahkan Belajar Fisika bagi Siswa” yang dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 di MAN 1 Kulon Progo. Kegiatan ini dipimpin oleh Himawan Putranta, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bersama tim dosen yang terdiri dari Dr. Winarti, M.Pd., dan Nira Nurwulandari, M.Pd., serta didukung oleh mahasiswa Ahmad Jazari. Pelatihan difokuskan pada siswa kelas DKV (Desain Komunikasi Visual) yang dalam kurikulumnya juga mempelajari mata pelajaran fisika.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memperkenalkan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis simulasi PhET (Physics Education Technology). Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa DKV, yaitu topik cahaya dan warna, serta konsep keseimbangan benda tegar melalui simulasi jungkat-jungkit (balancing game). Himawan Putranta, M.Pd. menjelaskan bahwa penggunaan PhET bertujuan untuk menjembatani konsep abstrak fisika yang lebih konkret dan mudah dipahami. “Melalui simulasi ini, siswa tidak hanya melihat, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan fenomena fisika. Ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka secara aktif mencoba berbagai fitur dalam simulasi, bereksperimen dengan variabel-variabel yang tersedia, serta berdiskusi untuk memahami konsep yang sedang dipelajari. Suasana kelas menjadi lebih hidup dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dr. Winarti, M.Pd., menambahkan bahwa pendekatan visual dan interaktif seperti PhET sangat relevan bagi siswa DKV. “Siswa DKV memiliki kecenderungan visual yang kuat, sehingga penggunaan media seperti ini sangat efektif untuk membantu mereka memahami konsep fisika, khususnya yang berkaitan dengan warna dan cahaya,” jelasnya. Sementara itu, Nira Nurwulandari, M.Pd., menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran fisika agar fisika tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. “Dengan pendekatan yang tepat, fisika justru bisa menjadi menyenangkan dan mudah dipahami,” katanya.
Mahasiswa yang terlibat, Ahmad Jazari, juga berperan aktif dalam mendampingi siswa selama praktik simulasi. Ia membantu siswa yang mengalami kesulitan teknis maupun konseptual, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan optimal. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika. Selain itu, guru di sekolah juga diharapkan dapat mengadopsi penggunaan media simulasi sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di kelas. Dengan adanya pelatihan ini, MAN 1 Kulon Progo semakin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di era digital.