Fisika Tak Lagi Abstrak: Prodi Pendidikan Fisika Implementasikan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal Di MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta — Selasa, 14 April 2026. Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di MAN 2 Kulon Progo dengan mengusung tema “Fisika Kontekstual berbasis Potensi Lokal untuk Menumbuhkan Kepedulian Budaya Siswa.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa MAN 2 Kulon Progo bahwa konsep-konsep fisika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari serta dapat dikaji melalui potensi lokal yang ada di lingkungan sekitar.

Kegiatan PKM menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Ika Kartika, S.Pd., M.Pd.Si., dosen Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan pentingnya pembelajaran fisika yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Fisika tidak hanya dipahami sebagai konsep abstrak, tetapi juga sebagai ilmu yang dekat dengan aktivitas sehari-hari serta memiliki keterkaitan erat dengan budaya lokal yang berkembang di masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, narasumber membangun suasana pembelajaran yang interaktif dengan membuka ruang diskusi aktif bersama siswa MAN 2 Kulon Progo. Dalam diskusi tersebut, narasumber mengajak siswa untuk mengidentifikasi berbagai potensi lokal yang terdapat di wilayah Kulon Progo. Salah satu potensi lokal yang diangkat sebagai objek kajian adalah geblek, yaitu makanan khas Kulon Progo. Melalui contoh tersebut, siswa diarahkan untuk menganalisis keterkaitan antara proses pembuatan *geblek* dengan konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya fisika, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan mereka dalam mengemukakan ide dan pendapat terkait fenomena yang dikaji. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan potensi lokal sebagai bagian dari identitas budaya. Dengan demikian, pembelajaran fisika diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mampu membangun sikap apresiatif terhadap lingkungan dan budaya.

Selain penyampaian materi, narasumber juga memperkenalkan beberapa produk berupa modul ajar yang disusun berdasarkan analisis potensi lokal terhadap konsep-konsep IPA. Modul tersebut kemudian diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bahan ajar yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran serta menjadi sumber inspirasi bagi siswa dalam mempelajari fisika secara lebih kontekstual dan aplikatif.

Tidak hanya itu, narasumber juga menampilkan media pembelajaran sederhana berupa “Media Cerdas (Cermin Datar dan Sudut)” yang merupakan hasil karya mahasiswa. Media ini digunakan sebagai alat demonstrasi untuk memperjelas konsep fisika secara visual dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih konkret. Melalui penggunaan media tersebut, ditunjukkan bahwa pembelajaran fisika dapat dikemas secara menarik, kreatif, dan menyenangkan.

Kegiatan PKM ini berlangsung dengan lancar serta mendapatkan respons positif dari siswa maupun pihak sekolah. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa semakin termotivasi untuk mempelajari fisika dengan pendekatan yang lebih kontekstual, serta mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dengan mengaitkan konsep-konsep ilmiah dengan kehidupan sehari-hari dan potensi lokal yang ada di sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia.