Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Proyek Fisika Kreatif Ramah Lingkungan di MAN 3 Kulon Progo

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Proyek Fisika Kreatif Ramah Lingkungan telah dilaksanakan pada Selasa, 14 Februari 2026 pukul 10.00–11.30 WIB di MAN 3 Kulon Progo. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas X yang seluruhnya merupakan peserta didik perempuan, didampingi oleh seorang guru fisika.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran fisika yang selama ini dianggap sulit dan kurang menarik. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang memberikan ruang bagi keberagaman gaya belajar, minat, dan kesiapan siswa. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pengalaman belajar melalui berbagai variasi konten, seperti tayangan materi berbasis PowerPoint, video pembelajaran, demonstrasi langsung, serta penjelasan melalui ceramah interaktif.

Pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik yang menantang pemikiran kritis siswa terkait konsep keseimbangan, yaitu apakah seseorang dapat langsung berdiri tanpa membungkukkan badan dari posisi duduk tegak di kursi dengan tangan bersedekap, serta alasan di balik fenomena tersebut. Pertanyaan ini mendorong rasa ingin tahu siswa dan menjadi pengantar untuk memahami konsep pusat massa atau center of gravity.

Sebagai inti kegiatan, siswa dilibatkan dalam proyek sederhana yang berkaitan dengan konsep tersebut. Siswa bekerja secara berkelompok untuk merancang dan mengembangkan alat atau percobaan sederhana yang dapat menjelaskan prinsip keseimbangan dan pusat massa. Selama proses berlangsung, guru memantau perkembangan setiap kelompok dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan belajar siswa.

Selain itu, beberapa siswa diberi kesempatan untuk melakukan demonstrasi di depan kelas, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif. Kegiatan dilanjutkan dengan pengujian hasil proyek yang telah dibuat, diikuti dengan evaluasi bersama terhadap proses dan hasil belajar yang diperoleh.

Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya perubahan sikap belajar siswa yang semula cenderung pasif menjadi lebih antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa untuk memahami konsep fisika melalui cara yang sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep fisika, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta pengalaman belajar yang bermakna. Melalui proyek fisika kreatif yang ramah lingkungan, siswa dapat melihat bahwa fisika tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dipelajari secara menyenangkan.