MENYIAPKAN GURU FISIKA/IPA YANG HANDAL MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Yogyakarta - Selasa, 29 Oktober 2019 program studi Pendidikan Fisika menyelenggarakan kuliah umum yang bertempat di Teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi. Pada kuliah umum kali ini mengangkat tema “ Menyiapkan Guru Fisika/IPA yang Handal Menghadapi Era Revolusi 4.0”. Dipandu oleh pembawa acara yaitu Ahmad Ansori dan Sherly Liska Putri dari angkatan 2018. Dengan pembicara yang luar biasa yaitu Dr.Jeffry Handika,M.Pd.M.Sc. selaku dosen Pendidikan Fisika Universitas PGRI Madiun dan Erwin Prastyo,S.Pd.Si selaku alumni Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam penyampaian materi sesui dengantema dipan du oleh moderator yaitu Dr. Winarti,S.Pd.M.Pd.Si. selaku dosen Pendidikan Fisika. Pada kuliah umum ini dihadiri langsung oleh Kaprodi Pendidikan Fisika yaitu Drs. Nur Untoro, M.Si. dan dosen Pendidikan Fisika serta dosen Fisika. Yang mana dalam kuliah umum ini wajib diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Fisika terutama mahasiswa aktif dengan jumlah sekitar 170 mahasiswa.

Pada sesi pertama materi mengenai Revolusi 4.0disampaikan oleh Dr. Jeffry Handika,M.Pd.M.Sc. yang mana menjelaskan bahwa di era yang sudah serba menggunakan teknologi ini internet menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Bahwa di revolusi 4.0 itu : internet ofthings,internet of people and internetof everything. Dan sekarang segala sesuatunya menjadi tanpa batas, data yang tak terbatas dan dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi yang begitu sangat masif. Dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat maju informasi sangat mudah dan cepat diakses. Sebagai calon pendidik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu mengikuti perkembanan teknologi informasi dan komunikasi, perkembangan artificial intelligence, terdisrupsi berbagai pekerjaan (guru dan dosen), dan menguasai serta memahami literasi digital, teknologi pedagogik, content knowledge.

Diskusi pada sesi 1 ada 3 pertanyaan

Rizki Ramadhan angkatan 2019. “Bagaimana pendidikan yang sesuia di Era Revolusi 4.0 untuk didesa yang masih keterbatasan akses internet?”

Pipin Kurnia angakatn 2019 “Bagaimana menghadapi dengan adanya teknologi, semua informasi dapat diakses dengan cepat dan kemungkinan besar dalam mengerjakan tugas itu copy paste ?”

Devi Febriani angkatan 2017 “Bagaimana cara menghilangkan miskonsepsi siswa?”

Pada sesi kedua materi disampaikan oleh Erwin Prastyo,S.Pd.Si mengenai “Seni Mengajar Sains, Menjadikan Peserta Didik Belajar seperti Seorang Ilmuwan Bekerja”. Beliau menyampaikan problem pembelajaran sains itu peserta didik menjadi konsumen bukan produsen, kemampuan peserta didik masih rendah dipenguasaan konsep dan sikap ilmiah,kemampuan guru yang masih rendah pada pemahaman sains. Dan tantangannyaadalah pembelajaran sains ideal membutuhkan upaya kompetensi guru untuk memuat aspek hakikat sains dalam pembelajaran sains. Dalam pembelajaran sain harus ada 3 hal yaitu produk dari sains (berupa teori), sains sebagai proses(konsentrasi guru pada sains sebagai problem solving), dan pendekatan sikap dan nilai ilmiah.

Dikusi sesi 2 ada 2 pertanyaan

Khamid Fauzan angkatan 2017

“Bekal apa yang belum didapatkan di perkuliahan dan harus disiapkan ? Bagaimana langkah-langkah untuk membuat materi sesuai dengan “peserta didik belajar seperti ilmuwan bekerja?”

Iqlides Ahmad Miyaqi angkatan 2017

“Bagaimana cara meminimalisir guru sepuh yang berpandangan bahwa yang penting materi tersampaikan, perihal paham atau tidak tidak dipikirkan?”

Dapat disimpulkan bahwa kita harus menerapkan metode ilmiah, sikap ilmiah akan membentuk karakter dimasyarakat, adanya isu terkini harus di cover, harus ada peningkatan profesi guru dan jangan khawatir dengan kemajuan teknologi yang penting kita terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitas. Selain itu juga harus melihat lingkungan sekitar.