PENGAMATAN GERHANA MATAHARI HIBRIDA 2023

Kegiatan Pengamatan Gerhana Matahari Hibrida 2023
Mahasiswa Pendidikan Fisika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah melaksanakan Pengamatan fenomena gerhana matahari hibrida pada tanggal 20 April 2023, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1444 H. Pengamatan tersebut dilakukan pada beberapa lokasi di daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa yang tersebar di pulau jawa. Pengamatan dimulai dari pukul 10.00 WIB s.d 14.00 WIB.
Pengamatan gerhana matahari merupakan salah satu kegiatan edukatif yang menyenangkan dalam mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati : Proses terjadinya gerhana matahari hibrida, Pola dari gerhana matahari hibrida, dan Dampak dari gerhana matahari hibrida. Kegiatan pengamatan peristiwa gerhana matahari hybrida ini dilaksanakan dengan beberapa cara, seperti menggunakan alat khusus berupa teleskop dan kacamata pelindung mata, serta alat pengamatan yang paling sederhana menggunakan saringan atau alat lainnya yang memiliki lubang. Setiap mahasiswa diberikan instruksi untuk mendokumentasikan hasil pengamatan gerhana matahari hibrida di masing-masing daerahnya, kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan dokumentasi pengamatan dari beberapa daerah yang sudah ditetapkan melalui grup WhatsApp kelas mata kuliah ilmu pengetahuan bumi dan Antariksa sebagai bukti mahasiswa melakukan pengamatan.
Gerhana Matahari Hibrida terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam kesejajaran yang sama. Jadi, di beberapa tempat, peristiwa piringan bulan yang diamati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari, dan di beberapa tempat, peristiwa piringan bulan yang diamati dari Bumi sama dengan cakram Matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, sedangkan di tempat tertentu lainnya, Matahari seakan-akan tertutupi Bulan. Sehingga Gerhana Matahari Hibrid terdiri dari dua tipe gerhana, Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total.
Terdapat tiga macam bayangan Bulan yang terbentuk saat Gerhana Matahari Hibrida terjadi, yaitu antumbra, penumbra, dan umbra. Di wilayah yang terlewati antumbra, gerhana yang teramati berupa Gerhana Matahari Cincin. Kemudian di wilayah yang terkena penumbra, gerhana yang teramatinya berupa Gerhana Matahari Sebagian. Sementara di daerah tertentu lainnya yang terlewati umbra, gerhana yang teramati berupa Gerhana Matahari Total.