Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Gelar Workshop Penyempurnaan Kurikulum OBE 2026
Workshop Penyempurnaan Kurikulum OBE
Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penyempurnaan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 pada Rabu, 3 Juni 2026, di Ruang Jasmine 2 Hotel Grand Rohan Jogja. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Sarwanto, M.Si. sebagai narasumber utama. Workshop diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, kepala sekolah mitra, guru fisika, alumni, serta mahasiswa. Forum ini menjadi ruang strategis bagi program studi untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan regulasi pendidikan tinggi, serta tuntutan akreditasi.
Workshop dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Iva Nandya Atika, S.Pd., M.Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyempurnaan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya program studi dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan relevansi lulusan. Dalam pemaparannya, Prof. Sarwanto menekankan bahwa evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu. Evaluasi minor dapat dilakukan setiap empat semester, sedangkan evaluasi mayor dilakukan setiap empat tahun. Menurutnya, pola evaluasi tersebut penting untuk memastikan kurikulum tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.
Prof. Sarwanto juga mengingatkan bahwa penyusunan kurikulum tahun 2028 perlu didasarkan pada data tracer study tahun 2023, 2024, dan 2025. Data tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, serta arah pengembangan kurikulum.
“Tracer study harus menjadi dasar dalam menentukan profil lulusan dan arah pengembangan kurikulum. Profil lulusan tidak harus terbatas pada profesi guru, tetapi harus mencerminkan realitas dunia kerja alumni,” jelas Prof. Sarwanto.
Salah satu pembahasan utama dalam workshop ini adalah peninjauan kembali profil lulusan Program Studi Pendidikan Fisika. Berdasarkan hasil tracer study, sebagian lulusan diketahui bekerja di luar sektor pendidikan formal. Oleh karena itu, peserta workshop merekomendasikan agar profil lulusan diperluas sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Beberapa profil lulusan yang mengemuka dalam diskusi antara lain edupreneur dan inovator pendidikan fisika, research assistant pendidikan fisika, pengembang teknologi pembelajaran dan konten digital fisika, peneliti pendidikan fisika, pengelola laboratorium pendidikan fisika, pelatih olimpiade sains dan STEM, serta wirausahawan bidang pendidikan.
Selain profil lulusan, workshop juga membahas penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Rumusan CPL dinilai perlu dibuat lebih terukur, seimbang, dan selaras dengan profil lulusan. Sinkronisasi antara profil lulusan, CPL, mata kuliah, dan bahan kajian menjadi perhatian penting dalam penyusunan kurikulum baru. Pada aspek implementasi OBE, Prof. Sarwanto menjelaskan bahwa keberhasilan kurikulum berbasis luaran tidak hanya ditentukan oleh rumusan CPL, tetapi juga oleh mekanisme pengukuran dan pembuktiannya. Oleh karena itu, program studi didorong untuk menyusun sistem asesmen CPL yang terdokumentasi dengan baik melalui portofolio mata kuliah.
Dalam sistem tersebut, dosen tidak hanya memberikan nilai akhir mata kuliah, tetapi juga melaporkan capaian setiap CPL yang dibebankan pada mata kuliah tersebut. Evaluasi terhadap Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), CPL, dan Program Educational Objectives (PEO) juga perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari implementasi kurikulum OBE. Program studi juga didorong untuk mengembangkan sistem monitoring CPL berbasis data. Melalui sistem ini, capaian mahasiswa dapat divisualisasikan dalam bentuk grafik dan dianalisis secara statistik sehingga aspek yang masih lemah dapat segera ditindaklanjuti.
Sesi diskusi bersama dosen, mitra, alumni, dan mahasiswa menghasilkan berbagai masukan strategis terkait struktur kurikulum. Beberapa masukan yang disampaikan meliputi penguatan mata kuliah metodologi penelitian, penambahan materi kurikulum internasional seperti Cambridge dan International Baccalaureate (IB), penguatan materi fisika untuk sekolah inklusi, serta peningkatan kompetensi STEM, robotika, coding, dan kecerdasan buatan. Peserta juga menilai pentingnya penguatan kemampuan komunikasi, public speaking, manajemen kelas, bahasa asing, kewirausahaan, dan inovasi pendidikan. Kompetensi tersebut dinilai relevan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin beragam dan dinamis.

Perwakilan sekolah mitra menyampaikan bahwa mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga telah menunjukkan kemampuan yang baik selama pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Meski demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek komunikasi, administrasi sekolah, penguasaan materi fisika, serta manajemen kelas. Sementara itu, alumni menilai bahwa kurikulum yang berjalan selama ini telah memberikan fondasi yang baik bagi pengembangan karier. Namun, mereka juga memberikan masukan agar kurikulum diperkuat dengan kompetensi internasional, public speaking, serta kemampuan mengelola peserta didik dengan karakteristik yang beragam.
Dari sisi mahasiswa, sejumlah masukan juga disampaikan, antara lain perlunya program matrikulasi matematika dasar, optimalisasi peralatan laboratorium, penguatan metodologi penelitian, serta pembekalan karier yang lebih luas. Pembekalan tersebut dinilai penting agar mahasiswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai berbagai pilihan profesi setelah lulus. Melalui workshop ini, Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kurikulum secara berkelanjutan. Penyempurnaan kurikulum dilakukan dengan memperhatikan data tracer study, regulasi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil rekomendasi workshop ini akan menjadi bahan utama bagi tim kurikulum dalam menyusun penyempurnaan Kurikulum OBE Program Studi Pendidikan Fisika. Kurikulum tersebut diharapkan semakin adaptif, relevan, dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan pendidikan di era global.