Senin, 13 November 2017 08:54:53 WIB Dilihat : 22 kali

Seluruh benda-benda di semesta berada dalam keadaan bergerak. Batu yang diam di atas tanah sejatinya juga bergerak. Ia berada dalam sebuah gerak rotasi yang dilakukan Bumi. Ia juga turut bergerak bersama Bumi mengitari Matahari. Di kedalaman atom-atom batu, elektron-elektron juga bergerak mengitari inti. Demikianlah, seluruh benda bergerak atau turut bergerak bersama benda lain.

Seluruh tumbuhan juga bergerak. Ada yang menjalar melata tanah, ada yang tumbuh meninggi menjulang ke langit.

Seluruh hewan juga bergerak. Ada yang melata menyasar tanah, ada yang membungkuk dengan 4 kakinya dan ada yang berjalan tegak dengan 2 kakinya.

Seluruh yang ada di Bumi dan langit bertasbih kepada-Nya. Maka, segenap gerakan itu sejatinya merupakan formasi sikap tubuh para makhluk ketika melantunkan tasbih kepada-Nya.

Yang menakjubkan, seluruh manifestasi gerakan benda, tumbuhan dan hewan itu dihimpun dalam gerak ibadah manusia, makhluk yang paling tinggi. Ibadah itu ialah shalat. Dalam shalat, ada gerak sujud yang melata tanah, ada gerak rukuk yang bikin badan terbungkuk, ada gerak berdiri yang bikin badan tegak menjulang.

Lalu, bagaimana dengan gerak benda-benda semesta yang berputar termanifestasi dalam ibadah shalat?

Saya menemukan jawabannya dalam penjelasan menakjubkan yang diberikan oleh Kiai Fahmi Basya. Ia mengurai bahwa gerak berdiri memiliki sudut 0 derajat. Tatkala rukuk posisi tubuh membentuk sudut 90 derajat. Ketika sujud posisi tubuh membangun sudut 90 + 45 derajat. Dalam satu rakaat shalat ada 2 kali gerakan sujud. Sementara duduk diantara dua sujud posisinya sejajar dengan keadaan berdiri. Jika seluruh gerakan dalam satu rakaat ini dihimpun maka kita akan memiliki berdiri + rukuk + sujud + duduk diantara 2 sujud + sujud.

Apa yang kita dapatkan?

Kita akan memiliki 0 + 90 + (90 + 45) + 0 + (90 + 45) =360 derajat. Angka 360 derajat merupakan sudut satu lingkaran penuh. Maka, seluruh gerakan shalat dalam 1 rakaat seolah merupakan gerakan memutar 1 lingkaran penuh.

Gerak memutar merupakan gerak alamiah benda-benda di alam raya. Gerak shalat seolah juga gerak memutar. Maka, sempurnalah formasi gerak shalat yang dilakukan makhluk tertinggi sebagai himpunan seluruh gerak makhluk-Nya.

Ibadah pertama manusia juga diwahyukan kepada Nabi Adam 'alaihissalam dalam formasi gerak memutar, thawaf mengitari Ka'bah. Thawaf juga menjadi salah satu acara puncak perayaan ibadah seorang hamba pada saat haji.

Acapkali, ketika menyaksikan perihal macam begini, saya hanya bisa tercenung. Ini adalah sebuah harmoni suci yang tertata begitu rapi. Seorang hamba yang sedang khusyu' dalam shalatnya seolah sedang menghanyutkan diri ke dalam harmoni tarian tasbih bersama alam raya. Segenap puji hanya bagi Dia Yang Mahasuci.

@rachmadresmi, 22 Juni 2017

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom